Forum VClass Softskill Pertemuan 4
NAMA: ARDHI RAMADHANI
NPM : 50419978
KELAS : 2IA14
MATKUL : Pengantar Web Science #
Kesimpulan
KONSEP PENGUKURAN WEB DAN ESENSI ANALISIS WEB
Metode Servqual
Metode SERVQUAL dikembangkan oleh Berry, Zeithaml, dan Parasuraman (1990). Metode Servqual adalah suatu metode pengukuran untuk mengukur kualitas layanan dari sebuah website Dimana harapan, kepuasan pelanggan dan kualitas layanan mempunyai hubungan yang dapat diukur dari kualitas pelayanannya (service quality), kepuasan pelanggan dihitung dengan membandingkan prediksi dan persepsi dari pelanggan. Dalam kuesioner yang disebar nantinya akan terdapat penilaian pelanggan terhadap dua bagian penting yaitu: Bagian Ekspektasi, yang memuat pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui dengan pasti harapan umum (ekspektasi) dari konsumen terhadap sebuah jasa. Bagian Persepsi, yang memuat pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur pandangan konsumen terhadap perusahaan dengan kategori tertentu.
Adapun kriteria dimensi kualitas dari metode SERVQUAL tersebut adalah:
- Tangibles, penampakan dari fasilitas fisik, peralatan, personel, dan sarana komunikasi
- Reliability, kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan secara konsisten, memuaskan, dan akurat
- Responsiveness, keinginan untuk membantu pelanggan dan menyediakan jasa tepat waktu
- Assurance (termasuk competence, curtecy, credibility, dan security). Kompetensi dari sistem dan kredibilitas dalam menyediakan jasa secara sopan dan aman.
- Emphaty (termasuk accessability, communication, dan understanding knowing the customer). Suatu pendekatan, kemudahan untuk mengakses, kemudahan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Metode Webqual
Webqual merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna akhir. Metode ini merupakan pengembangan dari Servqual- yang disusun oleh Parasuraman, yang banyak digunakan sebelumnya pada pengukuran kualitas jasa.
Webqual sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1998 dan telah mengalami beberapa iterasi dalam penyusunan dimensi dan butir butir pertanyaannya. Webqual 4.0 tersebut disusun berdasarkan penelitian pada tiga area yaitu :
- Information Quality adalah mutu dari isi yang terdapat pada site, pantas tidaknya informasi untuk tujuan pengguna seperti akurasi, format dan keterkaitannya.
- Service Interaction Quality adalah mutu dari interaksi pelayanan yang dialami oleh pengguna ketika mereka menyelidiki kedalam site lebih dalam, yang terwujud dengan kepercayaan dan empati, sebagai contoh isu dari keamanan transaksi dan informasi, pengantaran produk, personalisasi dan komunikasi dengan pemilik site.
- Usability adalah mutu yang berhubungan dengan rancangan site, sebagai contoh penampilan, kemudahan penggunaan, navigasi dan gambaran yang disampaikan kepada pengguna.
Webqual dapat digunakan untuk menganalisis kualitas beberapa website, baik website internal perusahaan (intranet) maupun website eksternal. Persepsi pengguna tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu persepsi tentang mutu layanan yang dirasakan (aktual) dengan tingkat harapan (ideal). Website yang bermutu dari perspektif pengguna dapat dilihat dari tingkat persepsi layanan aktual yang tinggi dan kesenjangan persepsi aktual dengan ideal (gap) yang rendah.
Metode e-serqual
Model e-serqual didasarkan pada asumsi bahwa konsumen membandingkan kinerja jasa pada atribut-atribut relevan dengan standar ideal/sempurna untuk masing-masing atribut jasa. Bila kinerja sesuai atau melebihi standar maka persepsi atas kualitas keseluruhan akan positif dan sebaliknya, dengan kata lain model serqual menganalisis gap antara dua variabel pokok yaitu jasa yang diharapkan (expected service)dan jasa yang dipersepsikan (perceived service) (Tjiptono, dkk, 2004).
Dimensi-dimensi kualitas jasa online dalam metode webqual atau e-serqual meliputi (Tjiptono, dkk, 2004) :
- Efisiensi, yaitu kemampuan pelanggan untuk mengakses website, mencari produk yang diinginkan dan informasi yang berkaitan dengan produk tersebut, dan meninggalkan website tersebut dengan seminimal mungkin.
- Reliabilitas, berkenaan dengan fungsionalitas teknis situs bersangkutan, khususnya sejauh mana situs tersedia dan berfungsi sebagaimana mestinya.
- Fulfillment, mencakup akurasi janji layanan, ketersediaan stok produk, dan pengiriman produk sesuai dengan waktu yang dijanjikan.
- Privasi, berupa jaminan bahwa data perilaku berbelanja tidak akan diberikan kepada pihak lain manapun dan bahwa informasi kartu kredit pelanggan terjamin keamanannya.
- Daya tanggap(responsiviness), merupakan kemampuan pengecer online untuk memberikan informasi yang tepat kepada pelanggan sewaktu timbul masalah, memiliki mekanisme untuk menangani pengembalian produk, dan menyediakan garansi online.
- Kompensasi, meliputi pengembalian uang, biaya pengiriman, dan biaya penanganan produk.
- Kontak(contact), mencerminkan kebutuhan pelanggan untuk bisa berbicara secara online atau melalui telepon (bukan berkomunikasi dengan mesin).
Metode Webometric
Webometric, model ini hanya menekankan pada publikasi secara elektronik melalui Website, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Adapun kriteria yang digunakan untuk mengukur peringkat Webometric adalah Size, Visibility, Rich file, dan Scholar(Suyatno, 2009). Penjabarannya sebagai berikut.
- Size (S) atau Ukuran Website, yaitu jumlah halaman yang terindek oleh empat mesin pencari utama yaitu : Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Perolehan score sebesar 20% dari total traffic kunjungan.
- Visibility (V) atau Ketertampakan Website, yaitu: jumlah keseluruhan tautan ekternal yang unik dan terdeteksi oleh Google search, Yahoo Search, Live Search and Exalead. Perolehan score sebesar 50% dari total traffic kunjungan.
- Rich Files (R) atau Banyaknya Dokumen, yaitu: banyaknya file yang terdeteksi, khususnya file yang memiliki tingkat relevansi terhadap aktivitas akademik dan publikasi ilmiah, dalam bentuk: Adobe Acrobat (.pdf ), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Perolehan score sebesar 15% dari total traffic kunjungan.
- Scholar (Sc) atau Kepakaran, yaitu: paper atau karya ilmiah dan kutipan-kutipan yang ditemukan dalam Google Scholar. Perolehan score sebesar 15% dari total traffic kunjungan.
Esensi Analisis Web
Sebagian besar proses analisis web terdiri dari empat langkah atau langkah penting, yaitu:
- Pengumpulan data ( Collection of data ) : Tahap ini adalah pengumpulan data dasar dan dasar. Biasanya, data ini adalah masalah hitungan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengumpulkan data.
- Memproses data menjadi informasi ( Processing of data into information ): Tahap ini biasanya menghitung dan membuatnya menjadi rasio, meskipun mungkin masih ada beberapa perhitungan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengambil data dan menyesuaikannya dengan informasi, terutama metrik.
- Mengembangkan KPI ( Developing KPI ): Tahap ini berfokus pada penggunaan rasio (dan jumlah) dan menanamkannya dengan strategi bisnis, yang disebut sebagai indikator kinerja utama (KPI). Seringkali, KPI menangani aspek konversi, tetapi tidak selalu. Itu tergantung pada organisasi.
- Merumuskan strategi online ( Formulating online strategy ): Tahap ini berkaitan dengan tujuan, sasaran, dan standar online untuk organisasi atau bisnis. Strategi-strategi ini biasanya dikaitkan dengan menghasilkan uang, menabung, atau meningkatkan pangsa pasar.
Teknologi analisis web
Setidaknya ada dua kategori analitik web, analitik web di luar situs dan di tempat.
- Analisis web di luar situs mengacu pada pengukuran dan analisis web terlepas dari apakah Anda memiliki atau mengelola situs web. Ini mencakup pengukuran potensi audiens (peluang) situs web, pangsa suara (visibilitas), dan buzz (komentar) yang terjadi di Internet secara keseluruhan.
- Analisis web di tempat, yang lebih umum dari keduanya, mengukur perilaku pengunjung sekali di situs web Anda. Google Analytics dan Adobe Analytics adalah layanan analisis web di tempat yang paling banyak digunakan
Sumber data analitik web
Tujuan mendasar dari analisis web adalah untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang terkait dengan lalu lintas web dan pola penggunaan. Data terutama berasal dari empat sumber:
- Data permintaan HTTP langsung: langsung berasal dari pesan permintaan HTTP (header permintaan HTTP).
- Tingkat jaringan dan server menghasilkan data yang terkait dengan permintaan HTTP: bukan bagian dari permintaan HTTP, tetapi diperlukan untuk transmisi permintaan yang berhasil – misalnya, alamat IP pemohon.
- Data tingkat aplikasi yang dikirim dengan permintaan HTTP: dihasilkan dan diproses oleh program tingkat aplikasi (seperti JavaScript, PHP, dan ASP.Net), termasuk sesi dan rujukan. Ini biasanya ditangkap oleh log internal daripada layanan analisis web publik.
- Data eksternal: dapat digabungkan dengan data di tempat untuk membantu menambah data perilaku situs web yang dijelaskan di atas dan menginterpretasikan penggunaan web. Misalnya, alamat IP biasanya dikaitkan dengan wilayah Geografis dan penyedia layanan internet, buka email dan klik-tayang, data kampanye surat langsung, penjualan dan riwayat timah, atau tipe data lain yang diperlukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar